Minggu, 27 Juli 2014

Renungan: JANGAN MEMBALAS DENDAM

JANGAN MEMBALAS DENDAM


Baca:  Roma 12:14-21

"Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!"  Roma 12:14


Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain di tengah-tengah hiruk pikuk dunia ini.  Kita pasti membutuhkan orang lain untuk saling bekerjasama dalam segala hal.  Namun dalam membangun hubungan dengan orang lain acapkali kita dihadapkan pada banyak kendala atau masalah.  Mengapa demikian?  Karena setiap orang memiliki latar belakang dan kepribadian yang berbeda-beda satu sama lain sehingga otomatis masing-masing punya kehendak, keinginan, ide dan pendapat yang berbeda pula.  Akibatnya perselisihan, ketegangan, kebencian, marah, selisih paham, kesal, jengkel, sakit hati seringkali timbul dan hal itu berujung kepada permusuhan.  Banyak sekali kasus kejahatan terjadi karena dipicu permusuhan antarindividu, dan biasanya orang yang bermusuhan akan mencari cara untuk membalaskan dendamnya.

     Bagaimana sikap orang Kristen dalam menghadapi situasi yang demikian?  Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang telah berbuat salah, menyakiti, melukai dan memusuhi kita?  Haruskah kita menganggap mereka sebagai musuh bebuyutan yang sewaktu-waktu harus kita beri pelajaran dengan memperlakukannya dengan tidak baik?  Prinsip yang dilakukan oleh orang-orang dunia terhadap musuh adalah memperlakukan musuh sebagaimana ia sudah diperlakukan, artinya ia akan berusaha membalas setimpal dengan perbuatan mereka, bahkan akan berlaku pembalasan lebih kejam daripada perbuatan.  Jadi cara yang salah dalam memperlakukan orang lain yang kita anggap sebagai musuh adalah membalas dendam.  Sebagai orang percaya kita tidak diperbolehkan berlaku demikian.  Sikap atau pikiran untuk membalas dendam kepada orang lain sedikit pun tidak boleh berada di benak dan di dalam praktek hidup kita.

     Mengapa tidak boleh membalas dendam?  Ada tertulis:  "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan;"  (Roma 12:17).  Tuhan melarang kita untuk membalas kejahatan dengan kejahatan.  Ini adalah perintah Tuhan yang harus kita taati.  Jika ada orang lain yang berbuat jahat kepada kita, lalu kita pun secepat kilat merancang kejahatan dan berusaha balas dendam, kita telah melanggar firman Tuhan!

Tuhan melarang kita untuk melakukan balas dendam!


sumber: 
Air Hidup 

 

Jumat, 04 Juli 2014

Renungan --> Doa: Kunci Dipimpin Roh Kudus (1)

Doa: Kunci Dipimpin Roh Kudus (1)

 

Baca:  1 Tesalonika 5:12-22

"Tetaplah berdoa."  1 Tesalonika 5:17

Sikap yang harus kita kembangkan untuk hidup mengalir bersama Roh Kudus dan berada dalam pimpinanNya adalah senantiasa berjaga-jaga dan berdoa.  Tuhan Yesus berkata,  "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:41).
     Rasul Paulus juga menasihati jemaat di Efesus,  "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,"  (Efesus 6:18).  Hal ini menunjukkan bahwa doa adalah unsur terpenting dalam kehidupan orang percaya.  Doa, yang dalam bahasa Yunani  'prosyookhai'  memiliki arti mendekat dengan suatu tekad bulat untuk menerima sesuatu dari Tuhan;  suatu hubungan pribadi antara orang percaya dengan Tuhan sebagai wujud keintiman.  Yesus sendiri juga telah meninggalkan teladan bagaimana Ia membangun keintiman dengan Bapa di sorga.  "...Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ."  (Matius 14:23), bahkan  "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."  (Markus 1:35).  Itulah sebabnya saat berada di taman Getsemani Yesus menegur keras murid-muridNya yang kedapatan tertidur sementara Ia sedang berdoa,  "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?"  (Matius 26:40).  Semakin kita bergaul karib dengan Tuhan semakin kita merasakan penyertaan Tuhan lebih nyata lagi.  Langkah kaki kita pun secara otomatis akan diarahkan oleh Roh Kudus kepada ketaatan dan penundukan diri sehingga kita dapat berkata,  "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."  (Galatia 2:20).  Sungguh, di dalam doa terkandung kuasa adikodrati yang memampukan kita untuk melawan pergumulan daging.

     Sudahkah kita bertekun dalam doa?  Kata bertekun berarti melakukannya terus-menerus dan penuh kesungguhan.  Inilah cara menaruh pikiran kita kepada perkara-perkara yang di atas.  "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."  (Kolose 3:2).

Jangan berkata bahwa kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus jika kita sendiri tidak pernah berdoa!

 

 

Sumber: 

Renungan AIR HIDUP 

 

Senin, 16 Juni 2014

Renungan : Yang Tak Bisa Diucapkan Ayah

Di US, setiap hari minggu ketiga dalam bulan Juni selalu dirayakan sebagai hari Ayah atau Father's Day. Di banyak negara lain pun ada hari-hari tertentu yang dirayakan sebagai hari Ayah. Ini diadakan untuk melengkapi perayaan Hari Ibu atau Mother's Day yang sudah lazim dirayakan. Sampai saat ini, setahu saya perayaan Father's Day belum ditetapkan di Indonesia namun banyak dari kita yang sudah mulai turut merayakannya dengan memberikan ucapan Selamat Hari Ayah kepada bapak/ papa/ ayah/ papi/ pipi/ babe/ abah/ baba/ abi atau apapun istilah yang biasa dipakai, juga kepada suami, kakek, paman, atau siapa saja lelaki yang dituakan, dihormati, dan dibanggakan (kinda celebration honoring fathers and celebrating fatherhood, paternal bonds, and the influence of fathers in society). 

Pagi ini secara tidak sengaja saya membaca renungan inspiratif di wall salah satu kakak teman FB saya yang sangat mengesankan. Berikut renungan tersebut,




 
Yang Tak Bisa Diucapkan Ayah



Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orangtuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
 
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tetapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tetapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian?
 
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu… Kemudian Mama bilang: “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya.
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….Tetapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
 
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba, tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
 
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: “Sudah dibilang! kamu jangan minum air dingin!”
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
 
Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.
 
Setelah itu kamu marah pada Papa dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…. dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama… 
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tetapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
 
Saat kamu mulai lebih dipercaya dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… 
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut… ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa.
 
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…Tetapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.
 
Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah di kota lain, Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. 
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata, “Jaga dirimu baik-baik ya sayang.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
 
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
 
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah: “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
 
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmuPapa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang.
 
Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu…bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
 
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi ke belakang panggung sebentar dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa…
Dalam lirih doanya kepada Allah, Papa berkata:  “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik… Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik… Bahagiakanlah ia bersama suaminya…
 
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…
Papa telah menyelesaikan tugasnya…
 
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…
Banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah/ Bapak/ Papa/ Papi kita… namun setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya….yang tidak bisa diucapkan Ayah...



Kiranya menginspirasi kita untuk lebih mengasihi, menghormati, dan menghargai lelaki yang kita sapa dengan sebutan AYAH....
God bless all fathers in the world...

#KisahINSPIRATIF
#inspiratif
#Ayah
#kisahTentangAYAH

sumber: 

Jumat, 13 Juni 2014

Renungan: SIKAP MENANTIKAN TUHAN (2)

--- SIKAP MENANTIKAN TUHAN (2) ---



Sumber:
Air Hidup

June 14, 2014

SIKAP MENANTIKAN TUHAN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Juni 2014

Baca:  1 Tesalonika 5:1-11

"Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar."  1 Tesalonika 5:6

Bosan dan jenuh adalah perasaan yang  seringkali timbul ketika seseorang sedang menanti, apalagi yang dinantikan itu belum kunjung datang juga.  Semakin kita meremehkan dan menyepelekan sebuah penantian, semakin kita akan bertindak sembrono.  Demikian halnya pada masa-masa penantian kita akan kedatangan Tuhan keduakalinya ini.  Ada banyak orang Kristen yang justru tidak lagi menggebu-gebu dalam Tuhan.  Sebaliknya mereka malah tenggelam dalam aktivitas-aktivitas duniawi dan melenakan.

     Dalam masa-masa penantian ini seharusnya kita semakin giat melayani Tuhan dan tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah  (baca:  Ibrani 10:25), tapi terus melatih diri dalam hal ibadah, karena  "...ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."  (1 Timotius 4:8), artinya kita mempersiapkan diri dengan baik sambil terus bekerja dan berkarya bagi Tuhan.  Berhenti bekerja dan berhenti melayani Tuhan sementara kita menanti-nantikan kedatangan Tuhan adalah sebuah tindakan yang bodoh dan keliru.  Jika berlaku demikian kita tak ubahnya seperti lima gadis yang bodoh yang membawa pelitanya tetapi tidak membawa persediaan minyak.  Kita harus menanti kedatangan Tuhan Yesus dengan tetap melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab kita sebaik-baiknya, karena tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui secara persis waktu kedatangan Tuhan Yesus.  Ada tertulis,  "Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang."  (Matius 24:46).

     Paulus memberikan gambaran kedatangan Tuhan seperti pencuri yang datang di malam hari dan seperti seorang perempuan hamil yang mengalami sakit bersalin;  artinya kedatangan Tuhan bisa terjadi secara tiba-tiba, tidak terduga, tidak dapat diramalkan secara tepat, namun pasti akan terjadi.  "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."  (Efesus 5:15-16).

Berjaga-jaga berarti sadar akan keberadaan kita yang adalah anak-anak terang, sehingga kita tidak lagi hidup dalam kegelapan.






Sumber:

Senin, 09 Juni 2014

Pahlawan Nasional dari Rote Talae -->> Prof WZ Johannes dan Prof H Johannes

Pahlawan Nasional dari Rote Talae, Prof WZ Johannes dan Prof H Johannes



Mungkin banyak di antara kita yang asing dengan nama Pahlawan yang satu ini, Prof Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes, [Lahir di Talae, Pulau Rote, 1895 – Den Haag, Belanda, 4 September 1952); ia adalah orang Indonesia pertama yang menjadi ahli radiologi. Sebagai dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologi di Belanda WZ Johannes juga menjadi ahli rontgen pertama yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran Indonesia sehingga mendapat gelar Pahlawan Nasional, [wikipedia].

Nama Profesor WZ Johannes diabadikan sebagai nama RSUD Kupang, Nusa Tenggara Timur;  nama Kapal Perang RI, KRI Wilhelmus Zakaria Johannes; dan juga Paviliun Johannes di RS Kariadi - Semarang Jateng.

Di samping Prof WZ. Johannes, ada saudara se opa/kakek (ayah mereka kakak-adik) yaitu Prof. Dr. Ir. Herman Johannes; ia juga seorang Pahlawan Nasional. Banyak orang mengenal, mengingatnya hanya sebagai Ahli MIPA dari UGM, Dosen, Gurubesar, dan Rektor UGM, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik. Padahal, Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, tentu saja pada waktu itu belum sebagai Profesor, cukup beperan pada waktu perang dan perjuangan kemerdekaan dan juga juga Serangan Umum Satu Maret.

              Ini ada sepenggal kisah dari para laskar dan tentara dari Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT); menurut tuturan para veteran Serangan Umum 1 Maret, IR Lobo (Alm), J N Johannes (Alm), H Johannes (Alm); Peter Rohi (tinggal di Jakarta). Dalam pertempuran Jogja (sebelum 1 Maret 1949, SU 1 Maret, dan setelah 1 Maret 1949) ada Batalyon Paradja yang didirikan IR Lobo (beliau juga adalah pendiri Kantor Doane atau sekarang Ditjen Bea Cukai, Dep/Kem Kuangan RI). Batalyon ini masuk dalam resimen Sunda Kecil yang dipimpin Ngurah Rai. Para perwiranya adalah Prof. Dr Ir. Herman Johannes, Frans Seda, Amos Pah, El Tari, Is Tibuludji



Batalion ini memiliki tiga kompi, masing-masing dipimpin Kapten Hendrik Rade, Kapten J. Moi Hia, dan Letnan Benyamin Lihoe. Dua kompi yang pertama disebut kompi berani mati. Hal itu dapat dibuktikan dalam pertempuran di Wates walau kompi ini sudah terjepit, mereka tidak mau menyerah. Maka gugurlah Kapten Hendrik Rade dan wakilnya Letnan Jermias Henuhili, dan seorang perwira dari Larantuka, Floress,  Letnan Fernandes. Mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jogjakarta.
El Tari (yang kemudin menjadi Gubernur NTT sejak 1968 - 1978) tertembak pangkal paha dan hanya bisa selamat karena Prajurit Hawoe Dima nekad masuk di antara desingan peluru untuk menggotong tubuh El Tari keluar dari medan pertempuran yang sekejap berubah menjadi naraka bagi para pejuang, [Jappy Pellokila/Opa Jappy, jappypellokila.8m.net/artikel sejarah].

 Itulah mereka, dua pahlawan yang datang desa kecil dan terpencil bernama Talae di Pulau Rote, sekarang Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten terselatan di Nusantara. Selain itu, mereka berdua juga kakak-adik se-opa/kakek, dan dari klan/marga yang sama yaitu Johannes, [diriku juga adalah bagian dari Keluarga Besar ini dari pihak ibu].

Sampai saat ini, pada banyak hati, keluarga, sanak, masih mempunyai ingatan dan kenangan terhadap kedua orang tua ini, terutama tentang Prof Dr Herman Johannes, yang sering disapa dengan sebutan Oom Man.

Jejak Prof WZ Johannes dan Prof H Johannes dalam bidang kedokteran dan MIPA, agak tertular kepada anak-anak mereka, sehingga ada yang menjadi dokter, ahli bilogi, dan lainnya, walau belum ada yang mencapai jenjang Gurubesar.

 api, di balik itu, sedikit generasi muda kelahiran Talae - Pulau Rote, NTT yang ikuti jejak dua tokoh terkemuka dari desa mereka. Pada kunjungan terakhir ke Talae (Desa/Kelurahan di Selatan Pulau Rote, yang langsung berhadapan dengan Lautan Hindia, dengan pantai yang bersih serta gelombang samudera yang sangat indah), beberapa tahun lalu, belum terasa perubahan yang berarti, bahkan sejarah duo Johannes dari Talae pun, hanya sedikit yang tahu atau masih ingat. Padahal, nama Talae Rote, selalu ada dan disebut (secara Nasional dan Internasional) ketika orang bicara tentang Prof Dr WZ Johannes dan Prof H Johannes.

Hmmmmm ......




SUMBER: KOMPASIANA


#WZJohannes
#HermanJohannes
#RoteTalae
#Rote
#PahlawanNasional
#Pahlawan




Minggu, 08 Juni 2014

Silsilah keluarga Dethan - Rote Talae - NTT

Silsilah keluarga Dethan - Rote Talae - NTT

berikut ini capture silsilah keluarga besar DETHAN -Rote Talae - Nusa Tenggara Timur,

Sumber: 

Jika ada yang kurang, mohon dimaafkan, karena rumpun keluarga Dethan sudah tersebar ke seluruh pelosok negeri ini, bahkan luar negeri.
jika ingin menambahkan informasi penyebaran keluarga Dethan yang tidak terdata/tercatat, mohon bisa di informasikan atau di tambahkan juga di komentar.
semoga informasi ini bermanfaat.


DAE NES


PAKE DAE


HU PAK


NDESI HU

EDA NDESI




DAMEDO EDA



PALIKUN DAMEDO

SAIN PALIKUN

NGGENGGEOK SAIN

ATEN NGGENGGEOK

LALAI ATEN

KAI LALAI

BULA KAI

LULAI BULA

LAIHAMEK LULAI

LINGO LAIHAMEK

KUBE LINGO

SELA KUBE

INGOE SELAN

DETA LOLOK

NGGILOLAI DETA

PENA DETA

TUNGA NGGILOLAI

LAI PENA

DANO PENA

MANAFE NGGILOLAI

NGGILOLAI MANAFE

LAI TUNGA

PENA TUNGA

CORNELIS DETHAN

MATHEOS DETHAN - SANGU KETI

MANAFE DANO - DALE SAU

MANAFE DANO _ FEO SAO

M DETHAN

J LETE (DETHAN)

MARTHEN DETHAN

SULA NDAO

ADU NDAO

KETI NDAO

JESKIEL DETHAN

MESAKH DETHAN

HENDRIK DETHAN

JUSUF DETHAN

ANNA LOE (DETHAN)

LINA LAELU (DETHAN)

ANITA PATOLA (DETHAN)

LIEN TAKA (DETHAN)

ELIA DETHAN - HANA BOFE

ELIA DETHAN - F LADA

THOMAS DETHAN - HERLOFINA BAUS

HENDERINA KADAFUK (DETHAN)

MARCUS M DETHAN _ CHRSTINA NAME

MARIA DETHAN

SOFIA PINGAK (DETHAN)

DAUD DETHAN

TINUS DETHAN

ESAU DETHAN

YACOB DETHAN


DAN DETHAN

EU DETHAN

MADA LAELU

FENS OSA (TAKA)

JONI TAKA

JAEL HAILITIK (TAKA)

GEORGE DETHAN

DANA DATTY (DETHAN)

EBE TOKA (DETHAN)

MADA SOETARJO (DETHAN)

ADEL BOFE (DETHAN)

NANI DETHAN

MAN DETHAN

LES DETHAN

ERENS DETHAN

LIEF DETHAN and LINA BESSY

RUTH SAUDALE (DETHAN)

YUSUF DETHAN

MEL DETHAN and ANI LUBALU

LIEF DETHAN and LIES BAUS

TONI BESSY (DETHAN)

YAB DETHAN and MARTHA ADOE

SAR DETHAN

ADOLF DETHAN

EDUARD DETHAN

CHRIST DETHAN

M M DETHAN

HEBER DETHAN

YAKUB DETHAN

YENSES DETHAN

JONIARD DETHAN

NOLDIANUS DETHAN

EKRES DETHAN

RETORSON DETHAN

ADRIANA AMNIFU (DETHAN)

ELTON DETHAN

BOBBY DETHAN

ADIPAPA DETHAN

IMELDA WYRARAH (DETHAN)

RICHARD DETHAN

RONALD DETHAN

VICTOR DETHAN


#DETHAN
#ROTETALAE
#RoteTalae
#SILSILAHdethan