Jumat, 30 Mei 2014

Surat Cinta dari Bapa Sorgawi


Surat Cinta dari Bapa Sorgawi

Anakku...
Engkau mungkin tidak mengenal Aku, tetapi Aku mengenal segala sesuatu tentang dirimu (Mazmur 139:1). 
Aku tahu kalau engkau duduk dan berdiri (Mazmur 139:2). 
Aku mengerti segala Jalanmu (Mazmur 139:3). 
Setiap helai rambut dikepalamu, terhitung semua (Matius 10:29-31),
Karena engkau diciptakan dalam gambar dan rupaku (Kejadian 1:26-27). 
DidalamKuengkau hidup, engkau bergerak dan engkau ada (Kisah Para Rasul 17:28),
Sebab engkau ini adalah keturunanKu (Kisah Para Rasul 17:28). 
Aku mengenal engkau sejak sebelum engkau ada dalam kandungan (Yeremia 1:4-5). 
Aku memilih engkau dari semula sebelum Aku menciptaka segalanya (Efesus 1:11-12). 
Engkau ada bukan karena suatu kesalahan, karena hari-harimu ada tertulis dalam kitabKu (Mazmur 139: 15-16). 
Aku telah menentukan waktu yang tepat untuk kelahiran dan dimana engkau akan hidup (Kisah Para Rasul 17:26). 
Kejadianmu dahsyat dan ajaib (Mazmur 139:14), 
karena Aku menenun engkau dalam kandungan ibumu (Mazmur 139:13), 
dan mengeluarkan engkau pada hari engkau dilahirkan (Mazmur 71:6). 
Sekali lagi Aku tidak dipahami oleh mereka yang tidak memahami Aku (Yohanes 8:41-44). 
Aku tidak berada ditempat yang jauh dan murka, tetapi Aku adalah kasih yang sempurna (I Yohanes 4:16), 
dan adalah karuniaKu untuk mengaruniakan kasihKu untukmu (I Yohanes 3:1). 
Aku memberikan lebih dari yang dapat diberikan bapamu didunia (Matius 7:11), 
karena Akulah Bapamu di Surga yang adalah sempurna (Matius 5:48). 
Setiap pemberian yang baik dan setiapanugerah yang sempurna engkau terima dari tanganKu (Yakobus 1:17), 
karena Akulah pemeliharamu dan Aku memberi semua yang engkau perlukan (Matius 6:31-33), 
rancanganKu yang diberikan kepadamu adalah masa depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11), 
karena Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal (Yeremia 31:3). 
pikiranKu terhadap engkau tidak terhitung seperti pasir ditepi pantai (Mazmur 139:17-18), 
dan Aku bergirang karena engkau dengan sukacita dan sorak-sorai (Zefanya 3:17). 
Aku tidak pernah berhenti berbuat baik kepadamu (Yeremia 32:40), 
karena engkaulah harta kesayanganKu (Keluaran 19:5), 
Aku merindukan untuk mengokohkan engkau dengan segenap hatiKu dan jiwaKu (Yeremia 32:41). 
Aku menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan ajaib (Yeremia 33:3), 
jika engkau mencari aku dengan segenap hatimu, engkau akan menemukan Aku (Ulangan 4:29). 
Bergembiralah karena Aku, maka Aku akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Mazmur 37:4), 
karena Akulah yang mengerjakan kemauan itu didalammu (Filipi 2:13). 
Aku dapat melakukan jauh lebih banyak dari yang engkau pikirkan (Efesus 3:20), 
karena Akulah yang menganugerahkan penghiburan abadi kepadamu (Mazmur 34:19). 
Seperti gembala menggembalakan dombanya, Aku membawa engkau dekat ke hatiKu Yesaya 40:11). 
Suatu hari Aku akan menghapus semua air mata dari matamu (Wahyu 21:3-4). 
Dan aku Aku akan mengangkat semua kesusahan yang engkau derita diatas bumi (Wahyu 21:3-4). 
Akulah Bapamu, dan Aku mengasihi Engkau seperti Aku mengasihi PutraKu, Yesus (Yohanes 17:23), 
karena didalam Yesus, kasihKu kepadamu dinyatakan (Yohanes 17:26), 
Dialah gambar wujud dari kebenaranKu (Ibrani 1:3), 
Ia datang utnuk menyatakan Aku dipihakmu, dan bukan untuk melawanmu (Roma 8:31), 
dan untuk memberitahumu bahwa Aku tidak memperhitungkan pelanggaranmu (II Korintus 5:18-19). 
Yesus mati supaya engkau dan Aku dapat diperdamaikan (II Morintus 5:18-19). 
kematianNya adalah pernyataan terbesar dari kasihKu untukmu (I Yohanes 4:10), 
Aku menyerahkan semua yang Aku sayangi supaya aku mendapat kasihmu (Roma 8:31-32), 
jika engkau menerima anugerah AnakKu Yesus, engkau juga menerima Aku (Yohanes 2:23). 
Dan tidak ada lagi yang memisahkan engkau dari kasihKu (Roma 8:38-39). 
Kembalilah dan Aku akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada disurga (Lukas 15:7), 
selamanya Aku adalah Bapa, dan selamanya Aku tetaplah Bapa (Efesus 3:14-15), 
pertanyaanKu adalah....maukan engkau menjadi anak-Ku? (Yohanes 1:12-13). 
Aku menanti-nanti untukmu (Lukas 15:11-32).

KasihKu untukmu..... Bapamu di Sorga.

Sabtu, 17 Mei 2014

Caci Menari-nari di Pantai Pede Labuan Bajo

Caci Menari-nari di Pantai Pede Labuan Bajo

Jumat, 16 Mei 2014 | 08:03 WIB

 
Caci di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/5/2014). | KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA

FESTIVAL Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/5/2014) digabung dengan acara Wonderful Adventure Indonesia Asia Pacific Hash 2014. Peserta hash dinamakan hasher. Kegiatan ini diisi dengan berjalan kaki atau berlari melintasi alam. Hash menawarkan kebugaran, kesenangan dan jalinan persahabatan. Puncak acara Asia Pacific Hash 2014 digelar di Bali yang diikuti sekitar 2.000 peserta. Kemudian, sekitar 500 peserta menuju Manggarai Barat untuk menikmati keindahan alam Labuan Bajo.

Sore itu, pantai Pede menjadi ajang titik start para hasher berjalan kaki sekitar 5 kilometer dengan rute: Pantai Pede - Air Kemiri - Puncak Waringin - Kampung Ujung - Pelabuhan Pelni - Kampung Tengah - Pasar Lama dan kembali lagi ke Pantai Pede.


 
Pinggang belakang pemain caci dipasang untaian giring-giring yang berbunyi mengikuti gerakan pemain. 
 

Sebelum pelepasan peserta hasher, pantai Pede yang pada tahun 2013 digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Sail Komodo sejak pagi dipenuhi para penonton. Apa yang ingin mereka saksikan?

Apalagi kalau bukan caci! Caci hanya ada di Manggarai Barat, bahkan hanya ada satu di Indonesia. Caci dilakukan oleh dua pemain, di mana satu pemain mencambuk lawan. Cambuk dibuat dari kulit kerbau atau sapi yang sudah dikeringkan. Sementara lawannya berusaha untuk menangkis dengan menggunakan perisai atau tameng yang juga terbuat dari kulit kerbau. Pertarungan berlangsung dengan diiringi bunyi pukulan gendang dan gong, serta nyanyian para pendukung.

 

Pukulan gendang dan gong mengiringi permainan caci di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (11/5/2014).
 

Pemain dilengkapi dengan pecut, perisai, penangkis, dan panggal (penutup kepala). Pemain bertelanjang dada, namun mengenakan pakaian perang dan bercelana panjang warna putih serta sarung songke atau songket khas Manggarai. Kain songket berwarna hitam dililitkan di pinggang hingga selutut untuk menutupi sebagian dari celana panjang. Di pinggang belakang dipasang untaian giring-giring yang berbunyi mengikuti gerakan pemain.

Topeng atau hiasan kepala dibuat dari kulit kerbau yang keras berlapis kain berwarna-warni. Hiasan kepala yang berbentuk seperti tanduk kerbau ini dipakai untuk melindungi wajah dari pecutan. Wajah ditutupi kain destar sehingga mata masih bisa melihat arah gerakan dan pukulan lawan.

"Cetar...!!!" suara cambuk menggelegar di tengah arena. Cambukan cuma sekali. Lantas mereka pun menari-nari di tengah lapangan. Selanjutnya mencambuk atau memukul dilakukan secara bergantian.




Peserta pawai Festival Komodo dilepas di Kantor Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/5/2014).

Caci atau tari caci biasanya digelar saat syukuran musim panen dan ritual tahun baru, upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu. Meski cambukan atau pukulan tersebut membuat luka di tubuh dan darah mengucur, tidak ada dendam atau marah antar pemain. Senyum selalu mengembang usai pertarungan berakhir.

"Lepaskan cara-cara lama. Caci harus menjadi daya tarik. 'Caci lomes' atau caci yang menarik simpati. Kalau kita tidak tampilkan gaya lomes, sia-sia. Mari lestarikan caci dengan gaya simpatik," kata Sekda Manggarai Barat, Rofinus Mbon, saat membuka acara caci di Pantai Pede.

Acara caci di Pantai Pede berlangsung dari pagi sampai sore hari. Meskipun matahari bersinar terik, pengunjung semakin siang malah semakin bertambah. Berbagai barang kerajinan khas NTT juga tak luput menjadi daya tarik pengunjung pada acara tersebut.

 

Peserta Asia Pacific Hash 2014 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/5/2014).

 

Pada pukul 14.30 Wita bertempat di Kantor Bupati Manggarai Barat, Wakil Bupati Manggarai Barat Gasa Maximus melepas pawai Festival Komodo yang diikuti enam mobil. Masing-masing mobil membawa replika komodo dari kayu, sampah plastik dan styrofoam. Tak ketinggalan, Stefan Rafael, 'plastic man' dari Komodo juga turut serta dengan kendaraan yang dihiasi botol-botol plastik. Pawai Festival Komodo ini berakhir di Pantai Pede.

Sementara pukul 15.30 di Pantai Pede, Gubernur NTT Frans Lebu Raya melepas peserta Wonderful Adventure Indonesia Asia Pacific Hash 2014. Para hasher sangat antusias berjalan kaki berkeliling Kota Labuan Bajo. Gubernur NTT pun sangat bangga Kota Labuan Bajo didatangi para hasher.

"Mereka datang sendiri tanpa saya ajak. Dampaknya sangat besar bagi pariwisata NTT, khususnya Labuan Bajo. Mereka nanti bisa cerita kepada keluarga, teman soal keindahan NTT," kata Frans Lebu Raya. 

 

Editor : I Made Asdhiana

Source: http://travel.kompas.com/read/2014/05/16/0803450/Caci.Menari-nari.di.Pantai.Pede.Labuan.Bajo 

#LabuanBajoTOURISM #LabuanBajoCACI #TradisionalFestival #EthnicFestival





Kisah Putra Rote Melestarikan Sasando

Kisah Putra Rote Melestarikan Sasando

  • Kontributor Travel, Sri Noviyanti,  Jumat, 16 Mei 2014 | 10:07 WIB
Jeremias Pah, seorang pengrajin dan pemain alat musik Sasando saat ditemui di Rumah Pengrajin Sasando | KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI

 

KUPANG, KOMPAS.com – Rumah sederhana tersebut dikenal sebagai tempat perajin sasando, berada di Oebelo Puluti, Kabupaten Kupang Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jaraknya 20 km, dapat ditempuh selama 45 menit dari Kota Kupang. Kalau berpelesir ke Kupang, jangan lupa mengunjunginya.

Masyarakat Oebelo kebanyakan adalah petani garam. Hal tersebut bisa dilihat kala melintasi sepanjang jalan besarnya. Tepi jalan dihiasi dengan garam yang dipasarkan dalam bentuk sokal (sejenis tabung panjang yang bahannya terbuat dari daun lontar). Daun lontar memang menjadi komoditas yang banyak digunakan di Kupang. Selain bisa dirubah menjadi berbagai macam tempat penyimpanan, di sini anyaman daun lontar juga biasa digunakan sebagai atap rumah, karpet, bahan rumah gubuk juga kerajinan yang biasa di pakai oleh Jeremias Pah, seorang perajin dari Bengkel Perajin Sasando.

Jeremias bukanlah orang Oebelo asli. Ia sebenarnya berasal dari Rote, tempat asal alat musik tradisi sasando berasal. “Silakan masuk, di belakang biasa kami buat sasando,” ajak Jeremias dalam bahasa Rote pada kami saat ditemui di rumah Perajin Sasando. Jeremias tak lancar berbahasa Indonesia. Tempatnya cukup luas tetapi tak tertata rapi, atap rumah berhias daun lontar, sedang alasnya adalah tanah langsung.

Sebelum memperlihatkan cara membuat sasando, Jeremias memainkan alat musik ini sebentar sambil bernyanyi, menunjukkan kebolehannya. Syahdu, kami larut dalam petikan sasando yang ia mainkan. “Bermain sasando sesuai tradisi haruslah memakai pakaian seperti ini,” ujar Jeremias menunjukkan pakaian yang sedang ia gunakan. Kemeja dengan balutan sarung berbahan kain tenun lengkap dengan syal bermotif tenun Rote, di mana hitam menjadi dasarnya beserta topi adat Ti’I Langga yang juga berbahan dasar daun lontar.

Puas memainkan sasando, Jeremias mulai menunjukkan cara membuat sasando. Bagian tengah sasando adalah tabung panjang yang terbuat dari bambu. Bambu ini kemudian dipasangkan senar yang direntangkan dari atas ke bawah. Tiap petikan senar menghasilkan nada yang berbeda-beda. Lalu melengkapi sentuhan cantiknya, bambu tersebut ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang ditekuk setengah lingkaran, gunanya sebagai tempat resonansi.

Begitulah kesibukan Jeremias, hampir tiap hari waktunya dihabiskan dalam bengkel ini sejak tahun 1960-an. Selain menjadi perajin ia pun biasa menjadi tenaga pengajar panggilan. ”Pernah saya dipanggil oleh mahasiswa Jepang yang sedang berkunjung ke Jogja, hampir mereka tak percaya alat musik ini bisa memainkan nada-nada secara lengkap," katanya.


Jeremias Pah sedang memperlihatkan cara bermain alat musik Sasando

“Di Nusa Tenggara Timur sendiri, sasando dimainkan untuk beberapa keperluan seperti menghibur kerabat atau orang yang berduka cita, sebagai pengiring tarian dan upacara adat, menyambut tamu penting, atau sekadar alat musik penghibur,” kata Jeremias.

Tapi belakangan, sasando memang banyak dinikmati sebagai musik penghibur. “Tak banyak yang bisa memainkan alat musik ini dengan baik. Saya sendiri mencoba mewariskan kemampuan pada semua anak saya,” ujar ayah dari salah satu pemain sasando Indonesia, Berto Pah ini.
Memainkan sasando sudah dilakoni sejak ia muda dan menetap di Rote dahulu, sayang karena jaraknya yang jauh dari kota banyak orang enggan datang ke sana. “Sulit untuk melestarikan di sana, saya harus pindah ke sini agar wisatawan dari kota bisa lihat, membeli ataupun belajar di sini,” tuturnya.

Kini, di usianya yang tak lagi muda, Jeremias tetap bertekad melestarikan sasando hingga ke mancanegara. Selain Berto Pah yang kita kenal lewat ajang pencarian bakat televisi, anaknya Jack dan Djitron juga mewarisi bakatnya. Bahkan kini, Jeremias dan Djitron lalu mengembangkan Sasando elektrik. “Bisa dibilang saat ini, saya adalah pemain sasando tertua di Indonesia, untuk itu tahun 2008 saya juga mendapat piagam penghargaan dari Presiden,” tambah lelaki kelahiran tahun 1939 ini sambil menunjukkan rak dengan isi piala di atasnya. Di sana juga terdapat piala bergilir untuk Festival Sasando juga dari Presiden dan beberapa Festival lainnya.

Selain Sasando elektrik, Jeremias juga membuat beberapa jenis sasando. Mulai dari 10 senar hingga 56 senar yang dibuatnya selama 5 hingga 15 hari. Harganya pun variatif, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 3.500.000.

Oebelo, kini di sini lah ia ingin menghabiskan masa tuanya, di mana orang lebih mengenalnya karena sasando, alat musik yang biasa ia buat dan mainkan.


Editor : I Made Asdhiana 
 
 
 
 #MusicTourism #RoteIsland #MusicTRAVELER #TradisionalMusic #EthnicMUSIC
 
 

Frans Lebu Raya: Komodo Beri Berkah Rakyat NTT

Komodo Beri Berkah Rakyat NTT

Jumat, 16 Mei 2014 | 12:59 WIB

 

Peserta Asia Pacific Hash 2014 dengan menggunakan truk tiba di Pantai Pede, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/5/2014). | KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA

 

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Gubernur dan mantan gubernur hadir di ajang Wonderful Adventure Indonesia Asia Pacific Hash 2014 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (11/5/2014) sore. Yang satu Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Satunya lagi mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Bibit merupakan salah seorang peserta hash atau hasher, sedangkan Frans Lebu Raya membuka acara tersebut.

Keduanya terlihat sangat akrab di Pantai Pede. Mereka sama-sama optimis bahwa acara Asia Pacific Hash 2014 akan membawa berkah atau keuntungan bagi pariwisata NTT. Bibit mengatakan para hasher ini ibarat para 'marketer' yang akan mempromosikan keindahan Indonesia ke negara masing-masing. "Bayangkan, para peserta ini dayang ke Bali dan Labuan Bajo. Saat kembali ke negaranya, pasti mereka akan cerita bagaimana Indonesia yang indah dan Indonesia yang aman," kata mantan Pangkostrad ini.

Bibit menuturkan, acara hash di Bali diikuti 2.000 orang. Karena keterbatasan jumlah penerbangan ke Labuan Bajo, maka peserta hash yang datang ke kota di ujung barat Flores sekitar 500 orang.

 

Bibit Waluyo, peserta Asia Pacific Hash 2014 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (11/5/2014).

 
Pada tahun 2016, lanjut mantan Pangdam Jaya ini, Indonesia (Bali) kembali menjadi tuan rumah para hasher. "Semoga peluang ini bisa lebih mengenalkan keindahan NTT ke seluruh dunia. Jadi tidak hanya Bali, mereka juga akan datang ke NTT sehingga ekonomi berkembang. Hasher ini memang tua-tua tapi berduit. Mereka datang jauh-jauh ke Indonesia, capek-capek naik gunung. Semoga persiapan dua tahun soal infrastruktur dan destinasi wisata bisa disiapkan. Kawan-kawan sepakat menjadi 'marketer' dan memasarkan pariwisata NTT ke Asia Pasifik," papar Bibit.

Gubernur NTT sangat antusias menerima para hasher yang datang ke Labuan Bajo. Frans memaparkan bahwa Provinsi NTT dengan penduduk 5,3 juta jiwa memiliki 1.192 pulau serta 3 pulau besar yakni Flores, Timor, dan Sumba.

 

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo saat menjamu para peserta Asia Pasific Hash 2014 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (11/5/2014) malam.

 

 Tak lupa Frans mengajak para peserta hash untuk melihat langsung komodo di habitat aslinya di Pulau Komodo atau Pulau Rinca. "Komodo itu binatang. Walaupun mukanya garang, hatinya baik karena komodo memberi berkah kepada rakyat NTT, khususnya Manggarai Barat. Komodo hanya ada di NTT, tak ada di tempat lain di dunia. Di akhirat pun juga tak ada," seloroh Frans yang disambut tepuk tangan para hasher dalam acara jamuan santap malam di Hotel Laprima, Labuan Bajo, Minggu malam.

Mendapat laporan bahwa Mei 2016 Indonesia kembali menjadi tuan rumah Asia Pacific Hash, Gubernur NTT menyambutnya dengan senang hati. "Saya tunggu kalian di sini. Kalau ada 5.000 hasher datang ke Bali, yang datang ke NTT 2.500 lah," katanya.

Gubernur NTT berencana mempersiapkan Danau Kelimutu bagi para hasher pada tahun 2016. Selain persiapan lokasi, masalah transportasi udara juga menjadi fokus untuk segera dijawab sehingga kendala penerbangan yang selama ini terjadi bisa diatasi.

 

Peserta Wonderful Adventure Indonesia Asia Pasific Hash 2014 di Pantai Pede, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/5/2014).

 

 "Kalau ada kekurangan, bilang ke bupati dan gubernur, jangan ke orang lain. Tapi kalau ada kesan indah, positif, bilang ke negaramu bahwa NTT indah," katanya.

Gubernur NTT melanjutkan, dulu NTT itu diplesetkan menjadi 'Nasib Tidak Tentu' atau 'Nanti Tuhan Tolong'. "Tapi malam ini NTT itu adalah 'New Territory Tourism'," tambah Frans Lebu Raya dan para hasher menyambutnya dengan tepuk tangan.

Editor : I Made Asdhiana
#Tourism #Pariwisata #KOMODO #NTT