Senin, 09 Juni 2014

Pahlawan Nasional dari Rote Talae -->> Prof WZ Johannes dan Prof H Johannes

Pahlawan Nasional dari Rote Talae, Prof WZ Johannes dan Prof H Johannes



Mungkin banyak di antara kita yang asing dengan nama Pahlawan yang satu ini, Prof Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes, [Lahir di Talae, Pulau Rote, 1895 – Den Haag, Belanda, 4 September 1952); ia adalah orang Indonesia pertama yang menjadi ahli radiologi. Sebagai dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologi di Belanda WZ Johannes juga menjadi ahli rontgen pertama yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran Indonesia sehingga mendapat gelar Pahlawan Nasional, [wikipedia].

Nama Profesor WZ Johannes diabadikan sebagai nama RSUD Kupang, Nusa Tenggara Timur;  nama Kapal Perang RI, KRI Wilhelmus Zakaria Johannes; dan juga Paviliun Johannes di RS Kariadi - Semarang Jateng.

Di samping Prof WZ. Johannes, ada saudara se opa/kakek (ayah mereka kakak-adik) yaitu Prof. Dr. Ir. Herman Johannes; ia juga seorang Pahlawan Nasional. Banyak orang mengenal, mengingatnya hanya sebagai Ahli MIPA dari UGM, Dosen, Gurubesar, dan Rektor UGM, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik. Padahal, Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, tentu saja pada waktu itu belum sebagai Profesor, cukup beperan pada waktu perang dan perjuangan kemerdekaan dan juga juga Serangan Umum Satu Maret.

              Ini ada sepenggal kisah dari para laskar dan tentara dari Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT); menurut tuturan para veteran Serangan Umum 1 Maret, IR Lobo (Alm), J N Johannes (Alm), H Johannes (Alm); Peter Rohi (tinggal di Jakarta). Dalam pertempuran Jogja (sebelum 1 Maret 1949, SU 1 Maret, dan setelah 1 Maret 1949) ada Batalyon Paradja yang didirikan IR Lobo (beliau juga adalah pendiri Kantor Doane atau sekarang Ditjen Bea Cukai, Dep/Kem Kuangan RI). Batalyon ini masuk dalam resimen Sunda Kecil yang dipimpin Ngurah Rai. Para perwiranya adalah Prof. Dr Ir. Herman Johannes, Frans Seda, Amos Pah, El Tari, Is Tibuludji



Batalion ini memiliki tiga kompi, masing-masing dipimpin Kapten Hendrik Rade, Kapten J. Moi Hia, dan Letnan Benyamin Lihoe. Dua kompi yang pertama disebut kompi berani mati. Hal itu dapat dibuktikan dalam pertempuran di Wates walau kompi ini sudah terjepit, mereka tidak mau menyerah. Maka gugurlah Kapten Hendrik Rade dan wakilnya Letnan Jermias Henuhili, dan seorang perwira dari Larantuka, Floress,  Letnan Fernandes. Mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jogjakarta.
El Tari (yang kemudin menjadi Gubernur NTT sejak 1968 - 1978) tertembak pangkal paha dan hanya bisa selamat karena Prajurit Hawoe Dima nekad masuk di antara desingan peluru untuk menggotong tubuh El Tari keluar dari medan pertempuran yang sekejap berubah menjadi naraka bagi para pejuang, [Jappy Pellokila/Opa Jappy, jappypellokila.8m.net/artikel sejarah].

 Itulah mereka, dua pahlawan yang datang desa kecil dan terpencil bernama Talae di Pulau Rote, sekarang Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten terselatan di Nusantara. Selain itu, mereka berdua juga kakak-adik se-opa/kakek, dan dari klan/marga yang sama yaitu Johannes, [diriku juga adalah bagian dari Keluarga Besar ini dari pihak ibu].

Sampai saat ini, pada banyak hati, keluarga, sanak, masih mempunyai ingatan dan kenangan terhadap kedua orang tua ini, terutama tentang Prof Dr Herman Johannes, yang sering disapa dengan sebutan Oom Man.

Jejak Prof WZ Johannes dan Prof H Johannes dalam bidang kedokteran dan MIPA, agak tertular kepada anak-anak mereka, sehingga ada yang menjadi dokter, ahli bilogi, dan lainnya, walau belum ada yang mencapai jenjang Gurubesar.

 api, di balik itu, sedikit generasi muda kelahiran Talae - Pulau Rote, NTT yang ikuti jejak dua tokoh terkemuka dari desa mereka. Pada kunjungan terakhir ke Talae (Desa/Kelurahan di Selatan Pulau Rote, yang langsung berhadapan dengan Lautan Hindia, dengan pantai yang bersih serta gelombang samudera yang sangat indah), beberapa tahun lalu, belum terasa perubahan yang berarti, bahkan sejarah duo Johannes dari Talae pun, hanya sedikit yang tahu atau masih ingat. Padahal, nama Talae Rote, selalu ada dan disebut (secara Nasional dan Internasional) ketika orang bicara tentang Prof Dr WZ Johannes dan Prof H Johannes.

Hmmmmm ......




SUMBER: KOMPASIANA


#WZJohannes
#HermanJohannes
#RoteTalae
#Rote
#PahlawanNasional
#Pahlawan




1 komentar: